Amat Samawa : Pertanyaan berapa hari ibadah umroh? kerap muncul ketika seseorang mulai serius ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Umroh, yang sering disebut sebagai “haji kecil”, menjadi alternatif paling populer bagi umat Muslim yang masih menunggu giliran berhaji atau yang belum mampu secara finansial menunaikan ibadah haji. Di tengah kerinduan yang mendalam untuk menyambangi Baitullah, umroh menjadi jembatan spiritual yang mengobati rasa rindu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Saat mendaftar paket perjalanan ke Tanah Suci melalui agen travel, calon jamaah akan dihadapkan pada pilihan paket umroh 9 hari, 12 hari, bahkan ada yang lebih dari itu. Hal ini pun menimbulkan kebingungan—sebenarnya berapa lama ibadah umroh itu sendiri berlangsung?
Secara teknis, ritual inti ibadah umroh bisa diselesaikan hanya dalam hitungan beberapa jam, yaitu dari ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Namun, yang dimaksud dengan “durasi umroh” dalam paket perjalanan adalah total waktu sejak keberangkatan dari Indonesia hingga kembali pulang ke tanah air. Durasi ini mencakup transit, ziarah ke tempat-tempat bersejarah, serta waktu istirahat jamaah.

Mengutip referensi dari beberapa agen perjalanan umroh yang telah terakreditasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, paket reguler umumnya berdurasi 9 hingga 10 hari. Namun, terdapat juga paket umroh plus yang menawarkan perjalanan selama 13 hingga 16 hari. Biasanya, paket plus ini mencakup kunjungan ke situs-situs bersejarah Islam di Arab Saudi atau negara lain seperti Turki. Sedangkan untuk paket umroh Ramadan, durasi perjalanan bisa mencapai 20 hari.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Meskipun umroh dapat dilaksanakan kapan saja, ada waktu-waktu yang dianggap lebih utama dan afdal. Menurut Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, waktu terbaik untuk menjalankan ibadah umroh dibagi ke dalam dua sesi, yaitu pagi hari (07.30 – 10.30) dan malam hari (23.00 – 02.00).
Adapun hari-hari yang relatif sepi sehingga lebih nyaman untuk beribadah adalah Selasa, Rabu, dan Minggu. Di sisi lain, waktu yang makruh untuk umroh adalah saat berlangsungnya puncak haji, terutama ketika jamaah haji sedang wukuf di Arafah dan hari-hari tasyrik.
Bahkan dalam sabda Rasulullah SAW disebutkan, “Umroh di bulan Ramadan setara dengan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka tak heran jika bulan suci itu menjadi momen istimewa yang dipilih banyak jamaah untuk umroh.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Agar lebih mudah membayangkan, berikut ini contoh alur perjalanan umroh 9 hari yang umum dijalankan oleh agen travel:
Perjalanan dimulai dengan kegiatan manasik umroh, yaitu pembekalan mengenai tata cara ibadah. Jamaah menerima perlengkapan seperti buku panduan dan seragam. Setelah itu, seluruh peserta diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui bandara internasional.
Setelah mendarat, jamaah akan diajak menuju Madinah. Hari pertama digunakan untuk istirahat. Namun, sebagian besar jamaah memanfaatkan waktu ini untuk berkunjung ke Masjid Nabawi, ziarah ke makam Rasulullah SAW dan para sahabat, serta menjelajahi suasana kota Madinah yang damai.
Biasanya diisi dengan city tour religi, seperti mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud, hingga lokasi bersejarah lain yang mengingatkan kita pada perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam menegakkan Islam.
Pagi hari, rombongan bertolak ke Makkah menggunakan bus. Dalam perjalanan, jamaah mengambil miqat di Bir Ali untuk niat umroh. Setibanya di Makkah, jamaah langsung menunaikan thawaf, sa’i, dan tahallul sebagai pelaksanaan umroh pertama.
Jamaah melanjutkan ibadah secara mandiri, baik melakukan umroh sunnah maupun memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Beberapa bahkan memilih bermalam di masjid karena tak ingin kehilangan momen berharga di sana.
Kegiatan pada hari keenam mencakup ziarah ke tempat bersejarah seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, dan Padang Arafah. Di sela waktu, jamaah kembali ke Masjidil Haram untuk shalat dan zikir.
Hari ketujuh menjadi momen refleksi dan penguatan spiritual. Banyak jamaah memperbanyak membaca Al-Qur’an, melakukan shalat sunnah, atau sekadar duduk merenung di pelataran Ka’bah.

Menjelang kepulangan, jamaah melaksanakan tawaf wada (perpisahan). Setelah itu, rombongan berangkat menuju bandara untuk kembali ke Indonesia.
Rombongan umroh tiba di Indonesia. Rasa haru dan bahagia bercampur aduk. Banyak yang merasakan waktu 9 hari berlalu begitu cepat, namun pengalaman spiritualnya akan dikenang seumur hidup.
Meski terlihat sederhana, setiap momen dalam ibadah umroh adalah bagian dari perenungan dan penguatan iman. Tak hanya ritual fisik, namun perjalanan spiritual yang menumbuhkan rasa syukur, rendah hati, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik sepulang dari Tanah Suci.
Bagi Anda yang sedang merencanakan umroh, durasi perjalanan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, kenyamanan, dan kondisi fisik maupun finansial. Pastikan memilih agen terpercaya, dan jangan lupa untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia