
Memulai bisnis tidak selalu harus dengan modal besar. Dengan strategi yang tepat, ketekunan, dan pembelajaran yang berkelanjutan, seseorang bisa membangun bisnis dari nol hingga sukses. Kisah Gita, pendiri Seikalova, menjadi bukti nyata bahwa keberanian memulai dan kemauan belajar bisa membawa bisnis ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas perjalanan Gita dalam membangun Bisnis Fashion Muslimah Seikalova, tantangan yang dihadapi, strategi bisnis yang digunakan, serta pelajaran berharga bagi para calon pengusaha.
Tidak seperti kebanyakan pebisnis fashion lainnya, Gita dan suaminya memiliki latar belakang sebagai sarjana pendidikan. Awalnya, mereka bercita-cita menjadi dosen. Namun, saat menunggu sidang akhir, mereka mulai tertarik dengan dunia bisnis setelah membaca buku motivasi, seperti Notes from Qatar karya Muhammad Assad.
Peluang bisnis pertama yang mereka coba adalah ternak itik. Dengan modal sekitar Rp20 juta, mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan. Sayangnya, bisnis ini gagal dan mereka mengalami kerugian besar. Meski begitu, kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bahwa bisnis tidak hanya membutuhkan modal uang, tetapi juga ilmu dan strategi.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Setelah kegagalan dalam ternak itik, Gita dan suaminya mencari peluang bisnis lain. Mereka menemukan peluang di bidang fashion Muslimah saat bertemu dengan supplier gamis dan kerudung menjelang bulan Ramadan. Dengan sistem pembayaran fleksibel—membayar setelah mendapatkan pembayaran dari pelanggan—mereka mulai berjualan.
Produk-produk seperti mukena, gamis, dan kerudung laris di pasaran. Dari sinilah, mereka mulai berpikir untuk memproduksi brand sendiri. Pada tahun 2016, Seikalova resmi lahir sebagai brand fashion Muslimah.
Awalnya, Seikalova mengandalkan sistem agen dan reseller untuk distribusi produk. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai fokus ke penjualan retail dengan mengoptimalkan pemasaran digital.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Beberapa strategi yang diterapkan Seikalova untuk bertahan dan berkembang di industri fashion Muslimah adalah:
Saat memulai Seikalova pada 2016, Instagram baru mulai berkembang sebagai platform jualan online. Seikalova memanfaatkan momentum ini dengan membangun komunitas pelanggan di Instagram dan menggunakan iklan Meta (Facebook dan Instagram Ads) untuk meningkatkan penjualan.
Seikalova tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun identitas brand yang kuat. Mereka ingin lebih dari sekadar bisnis, tetapi juga memberikan nilai dan manfaat bagi pelanggan. Inilah yang melahirkan Seik Parenting Journey, sebuah komunitas yang memberikan edukasi kepada ibu-ibu Muslimah.
Setelah pandemi COVID-19, Seikalova menyadari bahwa mereka tidak bisa bergantung hanya pada momentum pasar. Oleh karena itu, mereka mulai menerapkan framework bisnis yang lebih solid, seperti:
Tidak ada perjalanan bisnis yang mulus. Beberapa tantangan yang pernah dihadapi Seikalova antara lain:
Bisnis pertama mereka, yaitu ternak itik, mengalami kegagalan besar. Namun, mereka tidak menyerah dan justru belajar dari kesalahan untuk menjalankan bisnis yang lebih matang.
Seikalova sempat mengalami penurunan omzet selama pandemi. Awalnya, mereka berpikir bahwa bisnis akan otomatis kembali naik setelah pandemi berakhir. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Mereka harus bekerja keras untuk membangun kembali bisnis dengan strategi yang lebih matang.
Dunia bisnis selalu berubah, terutama dengan hadirnya platform baru seperti TikTok. Seikalova menyadari pentingnya adaptasi dengan tren pemasaran digital agar tetap relevan di industri fashion Muslimah.
Dari perjalanan bisnis Gita dan Seikalova, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil:
Kesuksesan dalam bisnis bukan hanya soal keberuntungan atau ikut-ikutan tren. Diperlukan ilmu bisnis yang solid, mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga pengelolaan tim.
Gita memulai bisnis dengan modal minim dan sistem yang sederhana. Keberanian untuk mengambil langkah pertama sangat penting dalam membangun usaha.
Bisnis yang sukses adalah bisnis yang bisa beradaptasi dengan perubahan pasar. Seikalova berhasil bertahan dengan terus berinovasi dan mempelajari strategi bisnis yang lebih baik.
Menurut Gita, bisnis bukan hanya soal untung dan rugi, tetapi juga perjalanan spiritual. Bisnis bisa menjadi jalan kebermanfaatan, baik bagi pelanggan, tim, maupun komunitas yang lebih luas.
Kisah sukses Gita dan Seikalova menunjukkan bahwa memulai bisnis tidak harus dengan modal besar. Dengan strategi yang tepat, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar, siapa pun bisa membangun bisnis dari nol hingga sukses.
Jika Anda sedang berpikir untuk memulai bisnis, ambil pelajaran dari pengalaman Seikalova:
Apakah Anda siap memulai perjalanan bisnis Anda sendiri? Jangan takut gagal, karena setiap kegagalan adalah pelajaran berharga!

Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia