amatsamawa – Dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan istimewa dan harus diperlakukan dengan kasih sayang. Namun, masih ada sebagian orang yang bersikap kasar, sewenang-wenang, bahkan menzalimi anak yatim. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan menghardik?
Menghardik adalah tindakan membentak, berlaku kasar, lalai terhadap hak-hak anak yatim, serta memperlakukan mereka dengan zalim. Perbuatan ini dilarang keras dalam Islam, bahkan Allah SWT menurunkan firman-Nya sebagai bentuk teguran terhadap orang-orang yang menghardik anak yatim.
Salah satu latar belakang turunnya surat Ad-Dhuha ayat 6 adalah peristiwa Abu Sufyan yang mengusir dan memukul seorang anak yatim yang meminta daging unta darinya. Peristiwa ini mengundang murka Allah, sehingga turunlah firman-Nya:
“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)?” (QS. Ad-Dhuha: 6)
750 x 100 AD PLACEMENT🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk melindungi dan memuliakan anak yatim, bukan sebaliknya.
Menghardik atau menzalimi anak yatim bukanlah dosa ringan. Hukuman berat telah disiapkan bagi mereka yang melakukan perbuatan ini, sebagaimana tertuang dalam beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 10:
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa: 10)
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang dengan sengaja mengambil hak anak yatim akan mendapatkan siksa yang sangat pedih di neraka.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman:
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!’ Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 220)
Allah SWT sangat menganjurkan kita untuk memperbaiki kehidupan anak yatim, bukan justru memperburuk atau menzalimi mereka. Sebab, orang yang merusak hak-hak anak yatim akan mendapatkan kesulitan hidup dan azab yang pedih.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak, dan salah satu di antaranya adalah memakan harta anak yatim.” (HR. Bukhari & Muslim)
Baca Juga:
Hadis ini menegaskan bahwa memakan harta anak yatim termasuk dalam kategori dosa besar yang sangat dilarang dalam Islam.
Setiap anak yatim memiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh orang-orang di sekitarnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Allah SWT berfirman:
“Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.” (QS. Ad-Dhuha: 9)
Ayat ini menegaskan bahwa anak yatim harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang, bukan dengan kekerasan atau pengabaian.
Dalam surat Al-An’am ayat 152, Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga ia dewasa.” (QS. Al-An’am: 152)
Orang yang dititipkan untuk mengelola harta anak yatim wajib menjaga dan menggunakannya hanya untuk kepentingan yang bermanfaat bagi mereka hingga mencapai usia dewasa.
Islam menjanjikan berbagai keutamaan bagi mereka yang memperlakukan anak yatim dengan baik. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat Muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas)
Hadis ini menunjukkan bahwa mengasuh dan menyayangi anak yatim adalah salah satu jalan menuju surga.
Dalam hadis riwayat Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:
“Demi yang mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut dalam berbicara dengannya, serta menyayangi kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)
Hadis ini menjelaskan bahwa orang yang menyayangi anak yatim akan mendapatkan perlindungan dari siksa Allah di hari kiamat.
Menghardik anak yatim bukanlah hal sepele. Islam mengutuk keras perbuatan ini dan memberikan hukuman berat bagi mereka yang menzalimi anak yatim, baik dengan kata-kata kasar, perbuatan yang merugikan, atau mengambil hak mereka. Sebaliknya, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan memperhatikan anak yatim.
Dengan menyayangi anak yatim, seseorang akan mendapatkan berbagai keutamaan, termasuk dijamin masuk surga dan terlindungi dari azab Allah di hari kiamat. Oleh karena itu, mari kita tanamkan rasa kasih sayang kepada anak yatim dan berusaha menjadi pelindung bagi mereka agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Semoga Allah selalu membimbing kita untuk menjadi hamba-Nya yang penuh kasih sayang dan peduli terhadap anak-anak yatim. Aamiin.
Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia