
Amatsamawa Kisah Inspiratif Feri Atmaja Dalam dunia bisnis, keberhasilan sering kali lahir dari ujian dan tantangan. Kisah Feri Atmaja adalah salah satu contoh nyata bagaimana kegigihan, ilmu, dan keimanan bisa menjadi kunci sukses dalam dunia wirausaha. Berawal dari keterbatasan ekonomi, kegagalan, hingga akhirnya membangun beberapa brand kuliner sukses di Yogyakarta, perjalanannya penuh inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha.
Feri Atmaja berasal dari keluarga sederhana. Kehilangan ayahnya saat masih SMA membuatnya harus mandiri lebih cepat. Ia mulai mencari cara untuk membiayai kehidupannya sendiri. Saat kuliah, ia sudah mencoba berjualan baju kaos secara door-to-door ke kost teman-temannya. Meski hanya berisi satu buku, tasnya selalu penuh dengan barang dagangan.
Ia juga mulai berjualan online sejak era Kaskus Forum Jual Beli (FJB), jauh sebelum platform e-commerce seperti sekarang ini berkembang pesat. Meski orang tua awalnya tidak mendukung keputusannya untuk berwirausaha, Feri tetap mencari cara agar bisa menjalankan usahanya tanpa mengecewakan keluarganya.
Langkah pertama Feri dalam dunia bisnis kuliner dimulai dengan usaha jus buah. Namun, kurangnya ilmu dan pengalaman membuat usaha ini hanya bertahan 1,5 tahun sebelum akhirnya bangkrut. Meski demikian, ia tidak menyerah begitu saja. Ia melakukan refleksi dan menyadari bahwa niat dan ilmunya dalam menjalankan usaha masih belum tepat.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Feri belajar bahwa usaha bukan hanya tentang mencari keuntungan dunia, tetapi harus diniatkan sebagai ibadah. Ia mulai memperbaiki ilmunya, terutama dalam aspek fikih muamalah untuk memastikan bahwa bisnis yang dijalankan halal dan berkah.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2-3)
750 x 100 AD PLACEMENT
Setelah kegagalannya dalam usaha jus, Feri mulai merintis bisnis kuliner baru yang lebih potensial. Dengan modal yang terbatas, ia mencari investor yang percaya padanya. Perjuangan ini tidak mudah, banyak yang menolak karena rekam jejaknya yang baru saja bangkrut. Namun, akhirnya seorang teman mempercayainya dan memberikan modal untuk memulai bisnis baru.
Dari hasil analisis pasar, ia menemukan bahwa kuliner pedas lebih diminati oleh masyarakat Indonesia. Maka lahirlah Preksu (Ayam Geprek dan Susu), yang menawarkan menu ayam geprek dengan pilihan level kepedasan serta susu sebagai penetral rasa pedas.
Konsep ini terbukti sukses karena beberapa alasan:
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Dalam waktu singkat, Preksu berkembang pesat dan memiliki banyak cabang di Yogyakarta.
Kesuksesan Preksu menjadi momentum bagi Feri untuk memperluas bisnisnya. Namun, tantangan baru muncul saat pandemi COVID-19 melanda. Mahasiswa, yang menjadi target utama pasar, kembali ke kampung halaman, sehingga permintaan menurun drastis.
Alih-alih menyerah, Feri mencari solusi dengan membaca ulang potensi pasar yang tersisa. Ia melihat bahwa keluarga dan pekerja masih menjadi segmen yang aktif di Yogyakarta. Dengan cepat, ia mengembangkan beberapa brand baru, seperti:
Strategi ini berhasil mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi dan bahkan membuka lapangan kerja bagi banyak orang.
Feri percaya bahwa bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga soal keberkahan. Oleh karena itu, ia menerapkan beberapa prinsip dalam usahanya:
Selain menawarkan produk berkualitas, Feri membangun keterikatan emosional dengan pelanggan melalui berbagai program sosial, seperti:
Sebagaimana dalam hadist:
“Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Ia selalu memastikan bahwa usaha yang dijalankan sesuai dengan prinsip Islam, termasuk menghindari riba dan transaksi yang tidak adil.
Salah satu kebijakan unik dalam perusahaannya adalah:
Sebagaimana dalam hadist:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya maka ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Kisah Feri Atmaja adalah bukti bahwa keberhasilan dalam bisnis tidak datang secara instan. Dibutuhkan ketekunan, kejujuran, serta komitmen untuk terus belajar dan berkembang. Dengan strategi yang tepat, nilai-nilai spiritual yang kuat, dan pemanfaatan teknologi digital, bisnis yang dimulai dari nol bisa berkembang menjadi jaringan usaha yang sukses.
Semoga Kisah Inspiratif Feri Atmaja ini bisa menginspirasi banyak orang untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Bagi yang ingin belajar lebih lanjut tentang strategi bisnis kuliner, Feri dan timnya juga membuka kesempatan kerja sama serta pelatihan bagi pengusaha baru.
“Orang itu semakin pintar ketika dikasih ujian. Dengan ada ujian, dia belajar dan memecahkan masalahnya. The Power of Kepepet justru membuat orang semakin kreatif dan sukses.” – Feri Atmaja
Jika Anda tertarik untuk bekerja sama atau mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bisnis ini, silakan kunjungi media sosial mereka dan temukan inspirasi dari perjalanan bisnis yang luar biasa ini!
Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia