Dalam segment Kisah Sukses Bisnis Villa Amatsamawa mengutip profile kamar tamu yang menerangkan Kamar tamu adalah perusahaan hospitality yang bergerak di bidang operator penginapan dengan mengusung konsep bertamu ala Indonesia. Sesuai dengan taglinenya dari treat you as family menjadi bertamu ala indonesia, di Kamar Tamu, Tamu akan merasakan suasana bertamu ala Indonesia dari keramahtamahan terbaik yang ditunjukan Tuan Rumah dan dari standar fasilitas Kamar tamu yang mencerminkan budaya tempat Tamu menginap.
Dalam dunia bisnis, sering kali peluang muncul secara tidak terduga. Begitu pula dengan perjalanan bisnis villa yang dijalankan oleh Zen, seorang pengusaha asal Madura. Berawal dari sebuah lahan kosong di daerah Selomartani, bisnis ini berkembang pesat dan kini memiliki belasan unit di berbagai lokasi strategis di Yogyakarta.
Zen dan timnya tidak memiliki rencana awal untuk membangun bisnis villa. Awalnya, mereka berniat membangun kafe, tetapi karena lokasinya berada di pedesaan, mereka merasa sulit untuk menarik pelanggan dan mendapatkan keuntungan. Akhirnya, mereka mengubah rencana dengan membangun hunian pribadi di lahan tersebut.

Saat pembangunan hampir selesai, mereka bertemu dengan seorang wisatawan dari Bali yang mencari penginapan karena tingginya permintaan pada bulan Desember. Hal ini memunculkan ide untuk menjadikan hunian tersebut sebagai villa yang bisa disewakan. Setelah didaftarkan ke platform online travel agent, respons pasar sangat positif. Zen bahkan menyebut bahwa bisnis villa ini seperti “jualan gorengan” karena selalu ada permintaan.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Setelah melihat potensi yang besar, Zen mulai mengembangkan bisnisnya. Dalam kurun waktu tiga tahun sejak didirikan pada tahun 2022, bisnisnya telah memiliki 13 titik unit villa yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Warung Boto, Selomartani, Godean, Sedayu, dan Bantul. Tingkat okupansi rata-rata mencapai 15 hingga 20 hari dalam sebulan, meskipun tergantung pada lokasi dan kualitas unit.
Salah satu faktor utama dalam kesuksesan bisnis villa adalah lokasi. Mayoritas wisatawan mencari penginapan yang dekat dengan Malioboro karena aksesibilitasnya yang mudah dan daya tarik wisata di sekitarnya. Oleh karena itu, villa yang berada di lokasi strategis lebih mudah dipasarkan.
Selain lokasi, faktor desain juga sangat berpengaruh. Villa yang memiliki desain minimalis, estetik, dan Instagrammable lebih diminati oleh tamu dibandingkan dengan rumah biasa. Hal ini karena banyak wisatawan ingin mengabadikan momen mereka selama menginap.
Zen menyadari bahwa pelanggan yang sudah puas cenderung akan kembali menginap. Oleh karena itu, bisnis ini sangat bergantung pada kepuasan pelanggan dan repeat order. Strategi ini juga mengurangi biaya pemasaran karena mereka tidak perlu selalu mencari pelanggan baru.
Karena keterbatasan modal, Zen mulai menjalin kerja sama dengan pemilik rumah yang memiliki properti kosong di Yogyakarta. Banyak orang dari luar kota yang membeli rumah di Jogja tetapi tidak ditinggali. Dengan kerja sama ini, pemilik properti mendapatkan keuntungan, dan bisnis villa bisa berkembang tanpa perlu investasi besar untuk pembangunan unit baru.

Perjalanan bisnis ini tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Zen adalah mencari pemilik rumah yang bersedia bekerja sama. Meskipun banyak properti kosong, tidak semua pemilik tertarik untuk menyewakan rumah mereka sebagai villa.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Zen bahkan pernah hampir putus asa karena sulitnya mendapatkan properti yang cocok. Namun, dengan semangat dan strategi yang tepat, mereka berhasil mengelola hingga 35 unit villa dalam dua tahun pertama sebelum menyusut menjadi unit yang lebih selektif berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Zen dan timnya percaya bahwa bisnis penginapan bukan hanya tentang tempat tidur, tetapi juga pengalaman yang diberikan kepada tamu. Oleh karena itu, mereka melatih staf dan tuan rumah agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Training yang diberikan meliputi interpersonal skill, grooming, dan public speaking.
Setiap hari, timnya melakukan evaluasi dan perbaikan kecil yang berkelanjutan, mulai dari penambahan tanaman, furnitur, hingga pencahayaan. Dalam satu minggu, mereka bisa melakukan hingga 21 perbaikan kecil yang berdampak besar pada kenyamanan tamu.
Zen memiliki visi besar untuk mengelola 500 unit dalam lima tahun ke depan. Dengan semakin banyak unit yang dikelola, semakin banyak pula lapangan kerja yang bisa diciptakan. Saat ini, bisnis villa mereka telah mempekerjakan sekitar 15 orang, dan dengan skala yang lebih besar, mereka berharap bisa membantu lebih banyak orang.
Bisnis villa ini merupakan contoh bagaimana peluang bisa muncul dari keadaan yang tidak terduga. Dengan strategi yang tepat, fokus pada pelayanan, dan manajemen yang baik, Zen berhasil mengembangkan bisnisnya dari satu unit menjadi belasan unit dalam waktu singkat.
Bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis di industri perhotelan atau properti, kisah ini menunjukkan pentingnya lokasi, konsep, repeat order pelanggan, serta kerja sama strategis dengan pemilik properti. Dengan dedikasi dan mental yang kuat, bisnis yang awalnya kecil bisa berkembang menjadi peluang besar.
Jika Anda memiliki properti kosong di Yogyakarta dan ingin menjadikannya sumber penghasilan, Zen dan timnya masih membuka peluang kerja sama untuk unit baru yang memenuhi kriteria mereka. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk ikut serta dalam industri penginapan yang terus berkembang di kota wisata seperti Yogyakarta.
Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia