Amatsamawa – Tidak ada yang bisa menyangkal pesona martabak. Manis-asin martabak sudah tertanam di lidah kita. Dari satu loyang martabak, tersimpan cerita yang tidak kalah sedapnya.
Puluhan tahun martabak menjadi salah satu kudapan populer di Indonesia. Martabak telur dan manis memenuhi kebutuhan pelanggannya dari gerobak-gerobak di pinggir jalan, toko mandiri, hingga langsung tiba di rumah via layanan pesan-antar. Dari setiap loyang martabak, tersimpan cerita menarik di dalamnya. Salah satunya adalah mas David, owner Martabak Sampoerna. Menjadi salah satu pelopor kedai martabak di Jogja ternyata tidak semudah yang dikira.

Setiap orang memiliki impian, begitu juga dengan David Surya Kusuma. Sejak kecil, ia sudah bercita-cita untuk memiliki usaha martabak sendiri. Perjalanan panjang menuju impiannya dimulai saat ia bergabung dengan sebuah komunitas bisnis. Dari sana, ia bertemu seseorang yang ingin menjual usaha martabaknya. Namun, proses negosiasi tidaklah mudah.
Beberapa kali kesepakatan hampir terjadi, namun akhirnya batal karena berbagai alasan. Sempat merasa bahwa mungkin rezekinya belum di dunia martabak, takdir berkata lain. Setelah beberapa kali penundaan, akhirnya pada Agustus 2018, David resmi mengambil alih Martabak Sampurna.
Memasuki dunia bisnis kuliner bukanlah hal yang mudah bagi David yang memiliki latar belakang di bidang elektronik. Ia tidak tahu bagaimana cara mengelola usaha, menarik konsumen, atau bahkan memasak martabak. Selama satu bulan pertama, ia hanya melakukan observasi untuk memahami akar permasalahan bisnis ini.
David menemukan bahwa usaha ini tidak berkembang karena beberapa faktor utama, seperti kualitas produk yang biasa saja, tidak adanya perencanaan ke depan, dan kebiasaan pemilik lama yang tidak konsisten dalam berjualan. Melihat peluang besar di depan mata, David memutuskan untuk melakukan perubahan besar.
David menyadari bahwa salah satu hal yang perlu dibangun adalah kedisiplinan. Ia membuat aturan bahwa dalam tiga bulan pertama, usaha ini tidak boleh libur satu hari pun agar pelanggan tahu bahwa Martabak Sampurna selalu siap melayani. Namun, pemilik lama tidak mampu mengikuti ritme tersebut. Setelah beberapa kali mencoba merangkul dan memberi kesempatan, akhirnya David mengambil keputusan untuk merekrut karyawan baru dengan dedikasi lebih tinggi.
Langkah ini membawa perubahan signifikan bagi Martabak Sampurna. Bisnis mulai berkembang, dan omzet meningkat. Namun, tantangan baru muncul di tahun 2022 ketika David menemukan adanya kecurangan besar yang dilakukan oleh beberapa karyawannya. Dengan berat hati, ia mengambil keputusan untuk memecat semua karyawan dan membangun ulang bisnisnya dari nol.
Mengelola bisnis sendiri tanpa bantuan karyawan adalah tantangan besar. Bersama istrinya, David turun langsung ke lapangan, dari belanja bahan, produksi, hingga berjualan. Ada momen yang sangat membekas dalam ingatannya, ketika mereka berjualan di tengah hujan deras, mendorong gerobak hingga pakaian mereka basah kuyup. Bahkan saat pulang, mereka kembali kehujanan. Namun, semangat mereka tak pernah luntur.
Ada pula momen ketika mereka makan di warung langganan setelah seharian berjualan. Karena kelelahan, istrinya sampai tertidur di atas motor. Itu adalah bukti betapa besar perjuangan mereka dalam membangun usaha ini.

David memiliki visi besar untuk Martabak Sampurna, yaitu menjadi martabak nomor satu di Indonesia. Namun, ia sadar bahwa semua harus dimulai dari langkah kecil. Target pertamanya adalah menjadi yang terbaik di Yogyakarta, kemudian berkembang ke kota-kota lain.
Selain membangun bisnis, ia juga ingin membangun manusia melalui bisnis ini. Baginya, bisnis bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan semangat dan dedikasi, ia yakin bahwa rezeki akan datang selama usaha dan ikhtiar dilakukan dengan maksimal.
Kini, Martabak Sampurna hadir di marketplace Shopee, GrabFood, dan GoFood. Bahkan, Martabak Sampurna berhasil menjadi mitra terbaik di Jogja pada aplikasi Shopee Food.
Kisah David Surya Kusuma adalah bukti bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dibutuhkan ketekunan, keberanian, dan kesabaran untuk menghadapi setiap tantangan. Jangan pernah takut untuk memulai, karena setiap kegagalan adalah pelajaran berharga menuju kesuksesan.
“Jangan pernah menakar rezeki, yang penting kita ikhtiar maksimal. Rezeki pasti datang pada waktunya.” – David Surya Kusuma
🔴 saksikan selengkapnya di youtube amatasamawa
Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia
Martabak Sampoerna ini langganan ku di PGRI biasanya antri rame bareng baju oren. jadi aku kadang pesen lewat si oren aja