Amatsamawa – Nama saya Hardi, seorang peternak puyuh dari Dusun Cangkringan, Sleman. Awalnya, latar belakang saya bukan dari dunia peternakan. Saya adalah lulusan SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan dan melanjutkan kuliah di bidang Pemrograman.
Pada tahun 2015, saya memulai usaha software house yang cukup sukses dengan keuntungan besar. Namun, saya merasa kurang nyaman karena sering harus bekerja sesuai waktu klien luar negeri. Jam kerja yang tidak menentu membuat saya mulai mencari usaha lain yang lebih stabil. Akhirnya, saya mencoba beberapa bidang peternakan, mulai dari sapi, kambing, ikan, hingga burung. Dari semua itu, saya akhirnya jatuh cinta pada puyuh.
Beternak puyuh memiliki banyak keunggulan, di antaranya:
Memulai peternakan puyuh tidak selalu mulus. Saya memulainya dengan 500 ekor, lalu berkembang menjadi 2.000, 5.000, hingga 18.000 ekor. Namun, ada masa sulit saat harga pakan naik dan harga telur turun drastis.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Pada Desember 2023 hingga Februari 2024, selama tiga bulan berturut-turut, saya mengalami kerugian Rp1 juta per minggu. Ini menjadi tantangan besar bagi peternak puyuh karena harga telur di pasaran tetap stabil di tingkat konsumen, tetapi harga di tingkat peternak justru anjlok.
Namun, saya terus bertahan dengan strategi inovatif agar bisnis tetap berjalan dan berkembang.
Sebelum memulai usaha, saya mempelajari pasar terlebih dahulu. Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi, mengajarkan bahwa sebelum berjualan, kita harus mengetahui pasar dan kebutuhannya.
Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, kebutuhan akan telur puyuh masih sangat tinggi. Saya melihat ini sebagai peluang besar.
Saat ini, pemasaran telur puyuh kami meliputi:
Sebagai lulusan IT, saya menerapkan berbagai inovasi teknologi dalam peternakan:
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Kami mengembangkan metode Cross Breed untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan puyuh. Dengan teknik ini, masa produktif puyuh bisa bertahan hingga 18 bulan, lebih lama dibandingkan puyuh biasa.
Untuk mengatasi fluktuasi harga pakan, saya berkolaborasi dengan peternak lain dan membangun mini feedmill. Pakan dibuat dari bahan dasar:
Dengan membuat pakan sendiri, biaya operasional bisa ditekan dan kualitas pakan lebih terjamin.
Kami tidak hanya menjual telur dan puyuh, tetapi juga edukasi peternakan. Setiap peternak baru harus mengikuti SOP ketat agar hasilnya maksimal. Tujuannya adalah kesuksesan bersama, bukan sekadar transaksi jual beli.
Menurut Kompas.com, kandungan protein dalam telur puyuh 4 kali lebih tinggi dibandingkan unggas lain. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan kandungan kolesterol jahat (LDL) pada telur puyuh adalah nol. Ini menjadikan telur puyuh sebagai makanan sehat yang cocok untuk:
Saya berharap industri peternakan puyuh semakin dilirik oleh pemerintah dan masyarakat. Telur puyuh adalah “emas kecil” yang bernilai tinggi. Selain sebagai solusi ketahanan pangan, pupuk dari kotoran puyuh juga bisa menjadi alternatif pupuk organik untuk pertanian.
Menuju Indonesia Emas 2045, generasi milenial dan Gen Z harus berani masuk ke dunia pertanian dan peternakan. Kita tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang siap bersaing di kancah internasional.
Bagi yang ingin belajar atau bergabung dalam bisnis peternakan puyuh, silakan kunjungi Vigaza Farm. Kami aktif di berbagai platform:
Kami siap berbagi ilmu dan membangun bisnis peternakan puyuh yang sukses bersama!
Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia