Dalam budaya Islam Indonesia, ada sebuah Tradisi Syukur dan Doa Restu yang bermakna biasa dilaksanakan sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci, yaitu namanya walimatus safar. Secara etimologi, istilah ini berasal dari bahasa Arab: “walimah” yang berarti jamuan atau pesta, dan “safar” yang bermakna perjalanan. Jika digabungkan, walimatus safar dapat dimaknai sebagai acara jamuan yang diselenggarakan bagi seseorang yang hendak melakukan perjalanan, khususnya untuk ibadah haji atau umrah.
Tradisi ini bukan sekadar pesta makan biasa. Ia menjadi momen penting bagi calon jamaah untuk memanjatkan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan berhaji atau berumrah, sekaligus memohon doa restu dari sanak keluarga, sahabat, dan kerabat agar perjalanan ibadahnya diberi kelancaran dan keselamatan.
Biasanya, acara ini diisi dengan beragam kegiatan religius seperti pembacaan Al-Qur’an, lantunan sholawat Nabi, tausiyah singkat, hingga doa bersama. Selain berpamitan, para jamaah juga memohon maaf atas kesalahan yang mungkin pernah dilakukan, karena perjalanan menuju Baitullah adalah perjalanan suci yang memerlukan hati yang bersih.
Sebelum berangkat Haji atau Umroh Pastikan Cheklist Perlengkapanmu Sesuai
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Download disini list perlengkapan umroh
Banyak yang bertanya-tanya, apakah walimatus safar merupakan bagian dari ajaran Islam yang wajib dilaksanakan?
Menurut penjelasan dalam Ensiklopedia Fikih Haji dan Umrah karya Agus Arifin, istilah “walimatus safar” tidak ditemukan dalam sumber-sumber klasik Islam, baik Al-Qur’an maupun hadits. Tradisi ini berkembang pada era modern, sekitar tahun 1970-an, sebagai bentuk ekspresi sosial umat Muslim dalam menyambut ibadah besar seperti haji dan umrah.
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Dari sudut pandang hukum Islam, walimatus safar tidak tergolong wajib ataupun sunnah. Ia merupakan tradisi mubah (diperbolehkan) selama pelaksanaannya tidak mengandung unsur syirik, berlebihan, atau menyimpang dari nilai-nilai syariat.
Artinya, walaupun tidak diwajibkan, melaksanakan walimatus safar tetap diperbolehkan selama diniatkan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Justru, tradisi ini memiliki banyak nilai positif, antara lain mempererat silaturahmi, menyebarkan kebaikan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Di balik acara sederhana ini, terkandung berbagai hikmah luar biasa:
🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!
Dalam momen walimatus safar, doa memegang peranan penting. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan doa khusus kepada sahabat yang hendak melakukan perjalanan jauh.
Doa tersebut berbunyi:
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Artinya:
“Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan jalan kebaikan di mana pun engkau berada.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas bin Malik RA, yang menceritakan bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya ingin bepergian, maka berikanlah saya bekal.” Maka Rasulullah SAW menjawab:
Hadits ini dinilai hasan oleh Imam At-Tirmidzi, menandakan bahwa doa ini sangat dianjurkan untuk dipanjatkan kepada siapa saja yang akan melakukan perjalanan, terutama perjalanan ibadah.
Dalam melaksanakan walimatus safar, ada beberapa etika yang sebaiknya diperhatikan agar acara ini membawa keberkahan, di antaranya:
Walaupun tidak diwajibkan, tradisi walimatus safar mengandung nilai keutamaan yang patut dipelihara. Ia bukan sekadar seremoni menjelang keberangkatan, melainkan momentum memperkuat ikatan ukhuwah, memperbanyak rasa syukur, serta memperdalam kesadaran spiritual.
Bagi yang akan menunaikan ibadah haji atau umrah, mengadakan walimatus safar bisa menjadi langkah awal memperbaiki niat dan hati sebelum menghadap ke Baitullah. Diiringi doa-doa tulus dari keluarga dan sahabat, perjalanan suci ini Insya Allah akan menjadi perjalanan yang penuh berkah dan rahmat.
Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk berhaji dan berumrah, serta mampu melaksanakan tradisi-tradisi baik dalam Islam dengan penuh keikhlasan. Aamiin.
Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia