DomaiNesia

Sejarah Turunnya Al-Qur’an: Wahyu Ilahi yang Mengubah Peradaban

750 x 100 AD PLACEMENT

Amat SamawaSejarah Turunnya Al-Qur’an – Kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Kitab ini menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Muslim, mengajarkan tauhid, akhlak, serta hukum-hukum yang menjadi landasan kehidupan dunia dan akhirat. Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama 23 tahun, dimulai pada tahun 610 M saat Rasulullah berusia 40 tahun.

Proses Turunnya Al-Qur’an

1. Wahyu Pertama di Gua Hira

Sejarah Turunnya Al-Qur’an pertama kali terjadi pada malam 17 Ramadhan di Gua Hira, saat Nabi Muhammad SAW sedang beribadah dan menyendiri. Malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat dari Surah Al-Alaq:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-Alaq: 1)

Setelah menerima wahyu pertama ini, Rasulullah merasa gemetar dan ketakutan. Beliau segera kembali ke rumah dan meminta istrinya, Siti Khadijah, untuk menyelimutinya. Khadijah kemudian membawa Rasulullah kepada pamannya, Waraqah bin Naufal, yang merupakan seorang ahli kitab. Waraqah pun meyakinkan bahwa yang dialami Nabi adalah tanda-tanda kenabian.

750 x 100 AD PLACEMENT
Speaker Murottal Al Quran Lampu Tidur 24 JAM

2. Al-Qur’an Diturunkan Secara Bertahap

Setelah wahyu pertama, ayat-ayat Al-Qur’an terus turun secara bertahap selama 23 tahun, yang terbagi menjadi dua periode:

  • Periode Makkah (610-622 M): Wahyu yang turun pada periode ini lebih banyak membahas tentang tauhid, keimanan, dan akhlak. Ayat-ayatnya cenderung lebih pendek dan menggugah emosi.
  • Periode Madinah (622-632 M): Setelah hijrah ke Madinah, ayat-ayat yang turun lebih banyak membahas hukum syariat, muamalah, jihad, serta hubungan sosial dalam masyarakat Islam.

3. Malam Lailatul Qadar: Malam Istimewa Turunnya Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar).” (QS. Al-Qadr: 1)

750 x 100 AD PLACEMENT

🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!

Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh keberkahan, yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam inilah Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia, sebelum kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.

4. Pendapat Berbeda Mengenai Tanggal Turunnya Al-Qur’an

Meskipun mayoritas ulama berpendapat bahwa Al-Qur’an pertama kali turun pada 17 Ramadhan, ada juga pendapat lain yang menyebutkan tanggal 24 Ramadhan. Hal ini didasarkan pada riwayat yang disampaikan oleh Imam At-Thabrani dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Watsilah bin Asqa, disebutkan bahwa kitab-kitab suci lainnya juga diturunkan pada bulan Ramadhan:

750 x 100 AD PLACEMENT

🔴 AD - Klik gambar untuk membeli di Shopee!

  • Shuhuf Nabi Ibrahim AS diturunkan pada 1 Ramadhan.
  • Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan.
  • Injil diturunkan pada 13 Ramadhan.
  • Zabur diturunkan pada 18 Ramadhan.
  • Al-Qur’an diturunkan pada 24 Ramadhan.

Metode Penulisan dan Penyebaran Al-Qur’an

Sejak awal, wahyu yang diterima oleh Rasulullah SAW langsung dihafalkan dan dicatat oleh para sahabat. Metode penulisan dan penyebarannya mengalami beberapa tahapan:

1. Pencatatan Al-Qur’an di Zaman Rasulullah SAW

Pada masa Nabi Muhammad SAW, wahyu yang turun ditulis di berbagai media seperti pelepah kurma, tulang, dan kulit hewan. Beberapa sahabat yang bertugas sebagai penulis wahyu antara lain:

  • Zaid bin Tsabit
  • Ubay bin Ka’ab
  • Ali bin Abi Thalib
  • Mu’awiyah bin Abu Sufyan

2. Penghimpunan Al-Qur’an di Masa Khalifah Abu Bakar

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, banyak penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam pertempuran, terutama dalam Perang Yamamah. Atas saran Umar bin Khattab, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan seluruh ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf.

3. Standarisasi Mushaf di Masa Khalifah Utsman bin Affan

Ketika Islam menyebar ke berbagai wilayah, perbedaan bacaan Al-Qur’an mulai muncul. Untuk mencegah perpecahan, Khalifah Utsman bin Affan membentuk tim untuk menyusun mushaf standar. Mushaf ini kemudian disalin dan dikirim ke berbagai daerah seperti Kufa, Basrah, Syam, dan Makkah.

Keutamaan Al-Qur’an dalam Kehidupan Muslim

Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, tetapi juga petunjuk hidup bagi setiap Muslim. Allah SWT menjanjikan banyak keutamaan bagi orang yang membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an, di antaranya:

  1. Menjadi syafaat di hari kiamat
    Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
  2. Pahala berlipat ganda
    “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)
  3. Hati yang tenang dan penuh berkah
    “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kesimpulan

Turunnya Al-Qur’an adalah peristiwa besar yang membawa cahaya bagi umat manusia. Dimulai dari wahyu pertama di Gua Hira hingga menjadi pedoman hidup bagi miliaran Muslim di seluruh dunia, Al-Qur’an tetap menjadi mukjizat yang tak tertandingi.

Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menghafal, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita akan mendapatkan keberkahan dan petunjuk yang akan membimbing kita menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga kita termasuk golongan yang senantiasa mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. Aamiin.

750 x 100 AD PLACEMENT

Warisan Inspirasi Untuk Keluarga Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sepertinya kamu suka:
930 x 180 AD PLACEMENT